Tuesday, December 29, 2009

Laporan KNKT Kecelakaan kapal MT Maulana

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI
LAPORAN INVESTIGASI KECELAKAAN KAPAL LAUT MELEDAKNYA MT. MAULANA
TIKUNGAN TELEPUNG, SUNGAI SIAK, RIAU
25 APRIL 2007


INGIN BACA SELENGKAPNYA: FULL REPORT


Pada tangal 24 April 2007, pukul 09.45 WIB, MT. Maulana sandar kiri di Jetty No. 1Pertamina Pekanbaru, Riau. Kemudian pada pukul 10.36 MT. Maulana melakukan bongkar muatan yang berupa ADO/Solar sampai dengan pukul 19.06 WIB.
Pada tanggal 25 April 2007, pukul 08.00 WIB MT. Maulana mulai bertolak dari Jetty No.1 Pekanbaru menuju pelabuhan Dumai untuk memuat premium sebanyak 1600 Kl. kapal berlayar sambil melaksanakan pembebasan gas (gas freeing) secara alami dengan membuka semua bukaan tangki (ullage, vent, dll)
Pada pukul 10.58 WIB, salah seorang awak kapal (serang) melihat adanya asap keluar dari Terminal listrik yang berada di bawah manifold tengah, dan segera melaporkan kepada nakhoda di anjungan, usaha pemadaman dilakukan dengan menggunakan pemadam jinjing dilakukan oleh Masinis II, Juru Minyak, Serang dan Kadet (Taruna Praktek). Ketika mendekati terminal listrik yang berasap, terjadi ledakan tangki muat 3 kiri dan kanan. Ledakan terjadi pada pukul 11.00 WIB. Lokasi Kecelakaan di daerah tingkungan kiri Telepung (00o 44’ 50” LU – 101o 42’ 25” BT).
Setelah ledakan, Nakhoda segera mengambil tindakan untuk mengkandaskan kapal, dan memerintahkan awak kapal untuk menggunakan jaket pelampung dan kemudian meninggalkan kapal (abandonship). Pemadaman terus dilakukan dari sisi sungai dengan dibantu masyarakat sekitar, POLAIR dan TNI-AL pos Perawang.
Hingga pada pukul 13.30, nakhoda memerintahkan awak kapal kembali ke kapal untuk melakukan pendinginan geladak dan proses evakuasi korban.
Akibat dari meledaknya MT. Maulana ini, 4 Awak kapal meninggal dunia dan kerusakan berat pada geladak tangki muat 3 kiri dan kanan, serta sistem perpipaan yang ada di atasnya.
Segera dilakukan investigasi oleh KNKT, yang ditemukan dari hasil analisis penyebab meledaknya MT. Maulana disebabkan oleh adanya kebocoran pipa hawa yng berdekatan dengan terminal listrik yang terbakarnya isolasi kabel dan atau material pembungkus kabel.
Investigasi ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah selaku regulator, pemilik kapal selaku operator, juga kepada awak kapal.

No comments:

Post a Comment